Pariwara

Bikin Event Berkelas, Desa Wisata Sumber Sari Dapat Materi Khusus dari Tim Dosen Polnes

Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan melalui kegiatan yang terstruktur, Tim Dosen Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali menggelar pendampingan bagi Desa Wisata Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kali ini, fokus pendampingan adalah pada perencanaan dan pengelolaan event, yang dipandu langsung oleh Sabalius Uhai, SST.Par., M.Par., dengan pendampingan Muhammad Fauzan Noor, S.E.Par., M.Par., MMHTRL selaku ketua tim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari perwujudan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Makanya, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar menggandeng Polnes untuk melaksanakan program pendampingan desa wisata.

Program yang menyasar tiga desa wisata unggulan ini salah satunya diimplementasikan di Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, dengan fokus pada pengembangan event pariwisata dengan tujuan memberdayakan desa wisata melalui penguatan kapasitas pengelolaan event.

Dipimpin oleh Muhammad Fauzan Noor, S.E.Par., M.Par., MMHTRL selaku ketua tim, pendampingan kali ini menghadirkan Sabalius Uhai, SST.Par., M.Par., sebagai narasumber utama yang membahas strategi perencanaan dan pengelolaan event.

“Event yang terencana dengan baik dapat menjadi magnet bagi wisatawan. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu Desa Sumber Sari merancang event yang tidak hanya menarik, tetapi juga sustainable dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” terang Fauzan.

Sementara itu, Sabalius Uhai, yang berpengalaman dalam bidang manajemen event, menyampaikan materi secara komprehensif. Di antaranya penyusunan Term of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) sebagai langkah awal perencanaan event. Lalu pembentukan panitia pengarah dan pelaksana untuk memastikan koordinasi yang efektif.

Selanjunya adalah penyusunan proposal kegiatan yang mencakup konsep, anggaran, dan strategi sponsorship. Terakhir adalah strategi publikasi. Baik melalui media cetak maupun digital, untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.

“Kami mengajarkan bagaimana menyusun proposal yang menarik dan mudah dipahami, termasuk menentukan tema, sasaran peserta, dan estimasi anggaran. Hal ini penting agar event yang dirancang dapat dilaksanakan dengan lancar dan mendapatkan dukungan dari pihak sponsor,” jelas Sabalius.

Selain itu, Dedi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Sari, menyambut antusias program pendampingan ini. “Kami berencana menyelenggarakan event tahunan yang akan digelar pada penutup tahun ini. Pendampingan dari Polnes sangat tepat waktu karena kami mendapat bimbingan teknis menyusun proposal, merancang konsep event, hingga strategi publikasi,” katanya. “Ini akan menjadi event pertama kami yang terencana secara profesional,” ujar Dedi, semangat.

Ia menyatakan, selama ini sang kesulitan dalam merancang event yang terstruktur. “Dengan pendampingan ini, kami jadi lebih paham langkah-langkahnya, mulai dari menyusun TOR hingga strategi promosi. Kami berencana segera mengadakan festival budaya yang melibatkan seluruh masyarakat,” ucapnya.

Melalui pendampingan ini, Desa Wisata Sumber Sari diharapkan dapat mengembangkan event-event unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga melestarikan kearifan lokal. Selain itu, kemampuan menyusun proposal yang baik akan memudahkan desa dalam mengajukan kerja sama dengan sponsor maupun pihak-pihak terkait.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Sumber Sari dan diharapkan dapat berlanjut dengan pendampingan teknis lainnya. (*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button